Categories

Budaya (3) Cerpen (2) Cooking (1) Curhat (29) Curug (1) Famz Story (4) fiktif (3) Film (14) Foto (36) Hiking (30) Indonesia (80) INDONESIA BAGUS (7) Info (111) Islam (3) Jepang (7) Kampus (83) Kartun (1) Kids (2) Komputer (34) Kopdar (1) Korean Fever (14) Listing Program (8) Look Alike (10) Maen (28) Multimedia (9) Musik (3) Muslimah (4) Ramadhan (1) Review (16) SAR (2) Sekedar Tulisan (49) Shout Out (6) SI (53) Situs Bersejarah (2) Team Mandalawangi (1) Trip (33) Tugas (86) Untuk Negeri (76) Video (3) Wisata (11)

Minggu, 22 Maret 2015

[Catper] Gunung Cikuray, Aku Datang....!! Part I

13 Maret 2015

puncak Cikuray + tulisan untuk Ibu

19.30 WIB
Saya sudah tiba di Sta. Pasar Minggu dan menunggu Gustya menjemput untuk berangkat bersama ke Terminal Kampung Rambutan. Saya hanya membawa daypack berisi pakaian ganti dan sebuah tas jinjing berisi sleeping bag, dan mengenakan sepatu running trail yang saya pakai ke kantor hari itu. Sekitar setengah jam kemudian, Gustya baru sampai sambil membawa tas cerriel miliknya yang lebih cocok saya bilang "kulkas". Selama perjalanan dari Sta. Pasar Minggu sampai Kamp. Rambutan saya yang kebagian menggendong si kulkas di punggung, lumayan untuk menyandar, tapi harus lebih hati-hati, karena bisa jadi saya yang jungkir ke belakang karena terbawa angin.

20.30 WIB
Setelah memarkir motor, saya dan Gustya berjalan ke "tempat biasa", ternyata sudah ada Bang Peppy dan Vita. Lalu muncul lagi Ramdan, dan mba April. Terakhir, ka Udin yang datang. Setelah lengkap ber-7, kami semua bertemu dengan anak buah pa Yudi (Juragan angkot charteran untuk para pendaki). Dan ternyata, kami harus menunggu 4 orang lagi yang satu angkot dengan kami (Endar dkk).

Sejam...dua jam... dan akhirnya yang namanya Ndar muncul dengan tampang tak bersalah, sambil menawarkan beberapa buah rambutan kepada kami. Niat hati mau menolak, namun lambung butuh umpan untuk terus bergerak, alhasil "boleh... sini minta", dan nomnom.. rambutan masuk ke perut.

Kata Ndar, 3 temannya yang lain masih "tersesat". Hafiuh....
Dan akhirnya sekitar pukul 23.30 WIB kami lengkap bersebelas dan memulai perjalan menuju Garut!


14 Maret 2015
02.00 WIB 
Entah di rest area tol daerah apa, angkot charteran kami berhenti untuk instirahat dan saya segera ke toilet untuk berganti kostum. Maklum, saya langsung dari kantor tanpa sempat mampir kemanapun. Kemeja batik, celana bahan, dan jilbab paris warna pink, saya ganti dengan kaos biru, rok coklat, dan bergo coklat. OKE.. I'M READY TO HIKE!!!

04.00 WIB 
Kami sampai di Desa Bayongbong, Garut dan jeng jeeeeeeeng...  Ini diluar rencana!
Karena rencana aslinya, tim saya mendaki dari Pemancar, sedangkan tim Endar dari Bayongbong. Sedikiti panik karena berdasarkan beberapa sumber mengatakan trek via Bayongbong lumayan terjal. Dan setelah setengah jam saling bertukar pikiran, kami melanjutkan menuju pos pendaftaran pendakian Desa Bayongbong.

Masih gelap, kang Angkot sudah sedikit tidak bersahabat karna jalannya yang tidak mulus. Ndar dkk turun di persimpangan, karena mau istirahat di rumah pak RT, dan kami diantar angkot sampai batas angkot sanggup berjalan.


Angkot di atas awan.. hehehe. (pos pendaftaran Bayombong)
Matahari sudah terbit, kami sampai di pos pendaftaran, pendaki mulai bermunculan, dan Pa Yudi sudah ditemukan. Namun, kami akhirnya melanjutkan pendakian via Bayongbong. BISA~!!

07.00 WIB
Kami memulai pendakian dengan berdoa bersama, karena bagaimana pun semua takdir baik atau buruk ada di genggamanNya. 

pamer sepatu baru~~

Ki-ka : Ka Udin, saya, Ramdan, Bang Peppy, Gustya, Vita, Mba April
peta jalur pendakian via Bayongbong
Pertama yang kami lewati adalah lahan perkebunan kentang. So, kuatkan hati saat melihat kentang dari balik tanah itu milik mereka. Kalo mau, cari yang memang sudah sisaan panen ya. KALO ADA...

Ohiya, pendakian ke Cikuray kali ini adalah perjalanan melepas galau bagi saya, dan dampaknya adalah kepada teman sependakian saya, mereka menjadi bulan-bulanan saya untuk curhat colongan dan terkena gombalan saya. TALKACTIVE GIRL...!! 

Melupakan pekerjaan kantor yang berhubungan dengan koding dan melupakan masalah hati yang tengah bimbang setelah tidak sengaja ketahuan menyimpan perasaan kepada orang yang salah.

Alhamdulillah, rok andalan saya tidak membuat saya kerepotan walaupun trek yang dilalui kebanyakan akar dan mewajibkan saya untuk memanjat. Sebelum pendakian pun beberapa pendaki yang melihat saya memakai rok bertanya "nggak ribet mba?", dan saya selalu menjawab "lihat saja nanti, kalau saya kerepotan saya ganti pakai jas hujan". hehehe...


Mari berladang

ka Udin lihat masa depan ya, serius banget?


POS 2 (Sumber air terakhir)



Hello Gustya..
 
Say "Aaaaaaaaaaaaaaa..."

Pucuk!!
Arka, kelas VIII. Akhirnya dia berjalan dengan tim kami.


13.00 WIB
Kami sampai di Puncak Cikuray. Hanya ada sebuah tenda yang berdiri saat kami tiba. Dan dengan segera, kami memasang 2 tenda (tenda pria dan tenda wanita), juga sebuah dapur umum yang hanya ditutup oleh flysheet dan beralaskan matras. Arka yang jelas sekali terlihat khawatir dengan keadaan kawannya yang tertinggal di belakang, dia benar-benar gelisah dan kami menyuruhnya untuk isitahat di dalam tenda. Insya allah temannya masih aman.


Dapur umum

Beberapa saat setelah kami sampai puncak, Ndar menyusul dan minta foto menganakan topi toga


Tenda wanita, lebih mirip tumpukan pasir yang ditutupi flysheet. -_____-"
Vita dan April langsung mengistirahatkan badan di dalam tenda wanita, sedangkan saya melanjutkan mengobrol dengan 4 pejantan tangguh, dan beberapa kali mencoba cuhat pada Gustya sambil sedikit-sedikit terkena sindiran oleh 3 pria lain.

Hari semakin sore, dan pendaki lain mulai berdatangan, istirahat dan mendirikan tenda mereka. Endar kembali turun untuk membantu kawannya yang tertinggal (sebenarnya, dia mau pinjam alat 'gali lubang').




Saya dan Iwan (kembaran ketemu di Kamp. Rambutan) kami sama" memiliki tahi lalat di dagu!

Tenda Ndar dkk (anak kampung sebelah)
Hello boys!!!
Repunzel and six dwarf... (siap siap di ketok)

Perut repunzel lapaaar...!!
Kami kembali ke dapur umum untuk mempersiapkan cemilan, dan para pria menunaikan shalat. (Saya sedang berhalangan).


Horaaaay.. kawan Arka akhirnya sampai. (Bukan lagi syuting) - taken by : Ndar -

Hai Dek Arka... Sudah bisa senyum sekarang.. hehe

Lahan jemuran kami, yang bersebelahan dengan dapur umum.

Sudah banyak kan tendanya...
Di sini, waktu terasa begitu cepat walau tanpa gadget.. 
Berbincang tentang berbagai hal berama kawan, bahkan saling mengejek satu sama lain. Semua lebih indah..



Matahari sudah kembali bersembunyi, sekarang hitam menjadi langit kami. Tandanya kami harus memasak untuk makan malam. Vita yang memang sangat kami andalkan untuk memasak, karena hanya dia yang sudah teruji hasilnya. Saya hanya kebagian menjadi tim hore dengan topik pembicaraan yang selalu berhasil saya lencengkan ke masalah hati.

21.30 WIB
Kami masuk tenda masing-masing. Saya, Vita, dan mba April masuk ke tenda wanita dan bersiap tidur. Gustya dan ka Udin masuk ke tenda pria, setelah shalat mereka tidur. Sedangkan bang Peppy dan Ramdan bersiap tidur di dapur umum (WOW).


Selamat tidur.. ^^
 Berlanjut di postingan selanjutnya ya, klik disini....







5 komentar:

  1. Kembarrr...
    baru kemarin gw dr cikuray...
    itu bagus dpt awan... gw dapet kabut :(
    dan sampe komen ini dibuat gw masih tepat di kasur... rasanya luar biasa di atas diguyur ujan pun pas turun diguyur ujan -_- dan berakhir masuk angin #antiklimaks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akhirnya laini naik gunung juga.. hehe..
      waaah.. alhamdulillahnya aku ke sana pas cuaca cerah lai.. hujan pas udah di bawah.. kamu sehat sehat ya lai.. jangan sakit, dan jangan kapok naik gunung.. ^^

      Hapus
    2. untungnya habis itu hutan jd bisa pegang" pohon sama akar jd nggak berasa lol....
      sehat sehat Alhamdulillah - masuk angin gegara hari sabtu cuma makan sekali dan minggu pagi makan mie... ketemu nasi lagi jam 12 malem >< -- mugkin itu efek lapar...
      sekarang sakitnya bukan itu lagi tapi kakiii....
      wkwkwk InsyaAllah nggak -- beginilah rasanya tepar setelah terakhir daki tahun 2010 -_-

      Hapus
    3. makanya bawa sneaker setiap saat lai, biar ga lapar. hehehe #iklan

      Hapus
    4. mba laini laitu yang penulis buku calon imam ya?

      Hapus