Categories

Budaya (3) Cerpen (2) Cooking (1) Curhat (29) Curug (1) Famz Story (4) fiktif (3) Film (14) Foto (36) Hiking (30) Indonesia (80) INDONESIA BAGUS (7) Info (111) Islam (3) Jepang (7) Kampus (83) Kartun (1) Kids (2) Komputer (34) Kopdar (1) Korean Fever (14) Listing Program (8) Look Alike (10) Maen (28) Multimedia (9) Musik (3) Muslimah (4) Ramadhan (1) Review (16) SAR (2) Sekedar Tulisan (49) Shout Out (6) SI (53) Situs Bersejarah (2) Team Mandalawangi (1) Trip (33) Tugas (86) Untuk Negeri (76) Video (3) Wisata (11)

Jumat, 13 September 2013

Situs Gunung Munara, Rumpin, Bogor.


Puncak Munara (foto ini dari : Mba Heni)

Tidak banyak yang tahu tentang keberadaan salah satu situs sejarah yang satu ini, termasuk saya. Situs Gunung Munara terletak di daerah Rumpin, Bogor, tidak jauh dari Parung. Ketinggian gunung munara dibawah 2000 mdpl, hanya memakan waktu 2-3 jam untuk sampai ke puncaknya (tanpa foto-foto).

Saya, Shanti, Nova, Gustya berangkat dari Depok, dan bertemu rombongan yang lain di pertigaan Parung (dekat pasar). Setelah semua sudah lengkap, kami baru melanjutkan perjalanan ke daerah Rumpin. Awal perjalanan kami masih disuguhkan aspal bagus, namun semakin jauh dari Parung, kami mulai bertemu dengan jalan aspal berlubang, pasir, dan truk-truk besar yang mengangkut batu dan pasir. 

Ohiya, jangan bingung jika membawa motor ke sana, karena kalian bisa menitipkannya di rumah pak RT atau di rumah warga. Kami memulai perjalanan pukul 10 pagi, cukup panas dan membuat kulit terbakar (jangan lupa pakai sunblock). 

Pertama, kalian akan melewati jembatan beton yang kondisinya sedikit menyeramkan buat saya, jembatan yang sudah mulai retak di ujung-ujungnya, dan sedikit menjorok ke bawah. Tapi, insha allah masih aman. Dari situ kami mulai masuk ke daerah perkebunan warga dan mulai masuk ke hutan. Sepanjang perjalanan menuju puncak munara, terdapat warung-warung kecil. 
Jangan kaget jika melihat monyet saat mendaki munara, dan juga nyamuk yang selalu datang jika anda diam. (Jangan lupa pakai lotion anti nyamuk)

Sepanjang perjalanan banyak pemandangan indah, dan beberapa situs sejarah di sana. Yaitu, gua, tapak kaki kabayan, dan tempat bung Karno bertapa dulu. Benar atau tidaknya Wallahualam. Yang penting, menikmati keindahan alam boleh, tapi jangan menjadikan suatu hal untuk dipuja selain Tuhan dan menjadikan kita syirik.

Pemandangan Gunung Nyungcung dari Gunung Munara

Akar di sebelah goa



Warung terakhir sebelum puncak Munara

Tebing di dekat Warung
Perbandingan jejak kaki Kabayan dengan kaki Nova
Gustya, Nova, Saya, Shanti.


Goa tempat Bung Karno bersemedi (di sebelah bawah batu kiri)
Puncak Munara
Shanti

Shinta (saya)

Nova
Dari Puncak Munara
Jangan terburu-buru untuk segera turun, karena banyak pemandangan indah di atas munara.

Dibuang sayang...!!!

Add caption

Gustya

Shanti






14 komentar:

  1. Saya juga berencana mau ksana pakai sepeda.
    Thanks infonya. :D

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. di rumpin... saya lupa soalnya lumayan jauh menuju desanya..

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  5. saya asli rumpin,,,v lupa nama2 situs sejarahnya..taunya ya batu ,gua, dan akar pohon...kurang begitu paham sejarahnya...harusnya ada tour guide nya biar kita jg tau sejarahnya GM

    BalasHapus
  6. Asik jg tempatnya,,saya udah puluhan kali bisa di katakan begitu,,tp sudah lama saya tidak ksana lg jd pgn ksana,,kalo ada yg ksana ajak2 ya

    BalasHapus
  7. di gunung rumpin tahunya ada situs sejarah .... keren

    BalasHapus
  8. Sedikit Warna - Warni G.munara
    https://www.youtube.com/watch?v=RNYwNUAyJVo

    BalasHapus
  9. Mantapp mba blognya..
    http://eby-hariatno.blogspot.co.id/2015/02/situs-gunung-munara-alternatif-latihan.html

    BalasHapus