Categories

Budaya (3) Cerpen (2) Cooking (1) Curhat (29) Curug (1) Famz Story (4) fiktif (3) Film (14) Foto (36) Hiking (30) Indonesia (80) INDONESIA BAGUS (7) Info (111) Islam (3) Jepang (7) Kampus (83) Kartun (1) Kids (2) Komputer (34) Kopdar (1) Korean Fever (14) Listing Program (8) Look Alike (10) Maen (28) Multimedia (9) Musik (3) Muslimah (4) Ramadhan (1) Review (16) SAR (2) Sekedar Tulisan (49) Shout Out (6) SI (53) Situs Bersejarah (2) Team Mandalawangi (1) Trip (33) Tugas (86) Untuk Negeri (76) Video (3) Wisata (11)

Rabu, 26 Juni 2013

8 Reunion, Pangrango 21-23 Juni 2013 [Part II]

Kawan kami yang sempat tertinggal, sudah tiba di Mandalawangi. Suasana berubah ramai. Mengeluhkan kenapa kami meninggalkan mereka. Yang penting semua sekarang sudah kumpul.


Tenda mulai didirikan, dan kami tutupi dengan flysheet. 
Medya, Shanti, Athifah, Mamduh, Iqbal. Mereka yang mengurusi makan malam kali ini, menunya Sop dan kornet. Saya? Entahlah, saya pikir sudah cukup banyak tangan yang memasak. Saya memilih membereskan tenda kaum hawa sambil menghangatkan diri di dalam. :)

Shanti & sopnya

Selesai makan, kami masuk tenda masing-masing. Mamduh-Iqbal (tenda kuning), Gustya-Wahyu-Faisal-Beri (tenda coklat), Shinta-Shanti-Athifah-Medya (tenda merah). Semua membawa sleeping bag, dan kami mulai melakukan cara masing-masing untuk bisa berteman dengan dingin. 

Selamat Pagi Mandalawangi!!!! Selamat Pagi Lembah Kasih!!

Saya memutuskan untuk keluar tenda saat matahari sudah mulai mengintip diantara awan. Dingin. Tapi lebih dingin lagi jika tidak melakukan apa-apa. Berlari kecil, seperti anak kecil yang mengejar kunang-kunang. Saya? Mungkin berlari kecil untuk melupakan masa lalu. 

Mereka yang petama kali mendapat ucapan selamat pagi saya

Atas : Mamduh-Iqbal. Tengah : Kaum Hawa. Bawah : Gustya-Faisal-Wahyu-Beri
Mandalawangi. INDAH!!
Terlalu mubadzir, jika pagi ini hanya dihabiskan di dalam tenda. 
Ternyata ada aliran sungai, beberapa pendaki yang lain lalu-lalang mengambil air. Pasti airnya dingin. Kami, berempat (lagi). Saya? Kaum hawa satu-satunya (lagi). 


Faisal ternyata membawa pulpen (walau tintanya rada beku), dan kertas (yang rada lembab). Jadilah, tulisan diatas kertas "SMPN 8 Depok 2007. Gn. Pangrango 3019 mdpl". Kami berhasil "REUNI DI ATAS AWAN".

Lumayan lama kami berempat menjauh dari tenda. Saya memutuskan kembali ke tenda, dan ternyata kaum hawa yang lain malah pergi, Mamduh dan Iqbal juga. Terpaksa memasak seorang diri. Beri?? Dia masih bermalas-malasan di balik Sleeping Bag. Dengan berbagai cara dan tipu daya, akhirnya Beri mau bangun juga. Yang penting ada temen ngobrol, tak apalah masak sendiri juga. 


Gustya-Wahyu-Faisal datang, disusul Iqbal. Mereka kembali lagi!
Masak-memasak akhirnya diambil alih oleh Gustya dan Faisal. Saya?? Kembali ke kondrat untuk merapikan makanan mentah yang tercampur dengan sampah tissue.
Atas : Athifah - Medya - Shanti
Tenda mulai ramai. Makanan sudah matang. Kami bersepuluh sudah duduk rapi di posisi masing-masing. So....Lets have a brunch (breakfast-lunch)!!

Pasta - Jelly - Tempe!!
foto bareng pendaki yang masih kelas 6 SD

Pasta ronde ke 2, diganti pake bumbu nasi goreng :)

Sekitar jam 9 siang kami memulai packing untuk kembali ke puncak Pangrango, lalu turun gunung. Dan seperti biasa, semua ngaret dari rencana awal jam setengah 10 selesai packing, akhirnya sampai jam 11 baru selesai semuanya (packing + foto-foto).

Terimakasih Mandalawangi!!!

Packing MasBROoooooooo!!!
Foto bersama sebelum turun, di Mandalawangi
Perjalanan singkat dari Mandalawangi ke puncak 3019 malah lebih terasa melelahkan dibanding kemarin, mungkin karena terlalu lama melemaskan otot kaki.

Wahyu - Beri - Faisal - Gustya
Athifah - Shinta - Shanti - Medya
Turun gunung kami mulai. Mamduh dan Iqbal sudah lebih dulu turun gunung, mereka akan menunggu di air panas nantinya.


Kejadian saat pendakian terulang. Kami : Shinta - Wahyu - Beri - Faisal berjalan paling depan, dan terpisah dengan yang lain. Kami sampai duluan di pos penjagaan sekitar jam 5 sore. Telapak kaki kapalan karena batu-batu yang ada di jalur Cibodas. 


Penyakit magh saya kambuh. Kawan yang tertinggal sudah datang, dan istirahat. Kami melanjutkan perjalan menuju Cibodas, pas sekali saat adzan Maghrib. 

Selamat makan malam kawan!!!

Menunggu bus menuju Jakarta

Bulannya indah ya??
Iya, indah kaya hati kamu~~~



1 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus